Islam Mosque 4 Ibnu Abdil Ghany Al - Bughury: Imam Muslim

Minggu, 11 Desember 2011

Imam Muslim

Beliau adalah Abu Al Husain Muslim Bin Hajjaj Al Quwairy An Nisabury (204   261 H 820   875 M), lahir pada tahun 204 H (820 M) di Nisabur, sebuah kota terbesar ketika. itu di propinsi Khurasan, Iran bagian Timur Laut, dan meninggal di kota kelahirannya itu pada hari Ahad, 24 Rajab 261 H (875 M).
Beliau juga dinisbahkan kepada nenek moyangnya Qusyair bin Ka’ab bin Rabi'ah bin Shasha’ah, sebuah keluarga bangsawan besar. Semenjak berusia kanak kanak beliau telah rajin menuntut ilmu, di dukung dengan kecerdasan luar biasa, kekuatan ingatan, kemauan keras dan ketekunan yang mengagumkdn. Konon kabarnya, pada usia 10 tahun beliau telah hafal Al Qur’an seutuhnya serta ribuan hadis berikut sanadnya.
Ketika mudanya, beliau berkelana ke negeri negeri Islam, terutama ke pusat   pusat ilmu pada masa itu, seperti Iraq, Hijaz, Syam, Mesir dan lain lain, untuk berguru kepada ulama ulama besar dan ahli ahli hadis terkemuka :
1. Di Khurasan, antara lain beliau belajar pada Yahya bin Yahya dan Ishak bin Rahawi;
2. Di 'Iraq, antara lain kepada Imam Ahmad bin Hanbal (Imam Hanbaly) dan 'Abdullah Ibnu Maslamah;
3. Di Hijaz, kepada Said bin Manshur, Abu Mush’ab dan lain lain;
4. di Mesir kepada 'Amru bin Sawwad dan Harmalah bin Yahya, serta banyak lagi yang lain lain.
5. Bahkan ketika Imam Bukhari datang ke Nisabur pada akhir malam kegiatan beliau , Imam Muslim senantiasa mendampinginya.
Adapun ulama besar dan para hafizh yang pernah menimba ilmu hadits kepada dia, di antaranya :
1. Abu Hatim,
2. Musa bin Haran,
3. Abu Isa At Turmudzi,
4. Yahya bin Sa'id,
5. Ibnu Khuzaimah,
6. Awwanah,
7. Ahmad bin Al Mubarak dan sebagainya.
Imam Muslim memikul nama besar sebagai ulama dan ahli hadis yang sangat masyhur dan terkemuka dengan predikat “Imam" ' tidak saja karena sifat sifat pribadi yang dimilikinya sejak kecil, seperti cerdas, kuat ingatan, tekun dan berkemauan keras, tetapi yang terutama pula ialah karena diri beliau selalu dihiasinya dengan taqwa, shalih, dan wara' (selalu menjauhkan diri dari dosa).
Kemudian, berkat karya karya besar yang dihasilkannya, nama beliau semakin tinggi dan meenimbulkan hormat bagi setiap ahli ilmu. Sebagai seorang ahli hadis, beliau berhasil mengumpulkair sejumlah 300.000 hadis. Kemudian dengan sangat cermat dan teliti hadis sebanyak itu diperiksanya satu persatu dengan suatu sistem yang amat ketat, yang sekarang dapat kita pelajari dalam "Ilmu Mushthahalah Hadis". Dari hasil penelitiannya itu, hanya sebanyak 7.275 hadis yang termasuk kategori 'Shahih" Tetapi yang dituangkannya dalam "Shahih Muslim” hanya ± 4.000 hadis, karena 3.000 di antaranya temyata berulang.
Imam Nawawi mengatakan, bahwa Imam Muslim telah mengambil cara yang sangat teliti dan cermat bagi kitab Shahihnya.Di samping itu Imam Nawawi juga mengatakan, 'Para ulama sepakat mengakui kebesarannya. Siape yang mendalamkan pandangan terhadap Shahih Muslim, akan tahu beliau bahwa Imam Muslim itu seorang Imam (pemuka) yang tiada bandingannya. Tidak sedikit ahli - ahli hadis berpredikat Imam yang meriwayatkan hadis daripadanya. Antara lain seperti Imam Turmudzi, Imam Ibnu Khuzaimah, Abdul Wahhab Al Farra, Ibnu Ishak Al Asfarainy, dan masih banyak lagi yang lain-bin."
Sekalipun beliau pernah mendampingi dan belajar kepada Imam Bukhari, tetapi namanya selalu disejajarkan orang dengan Bukhari. Sering kita dapati sebuah hadis dikatakan: Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Bahkan Imam Nawawi mengatakan pula dalarn Syarahmya, “Para ulama sepakat bahwa Shahih Muslim adalah kitab hadis yang paling dipercaya di samping Shahih Bukhari.”
Sebagai seorang yang pernah  mendampingi dan belajar kepada Imam Bukhari, tidaklah mengherankan kalau dalarn beberapa hal terlihat pengaruh Imam Bukhari pada karya-karya Imam Muslim. Bahkan hadis yang diterima dari Bukhari terlihat dituangkanya dalam buku-bukunya. Namun begitu, Muslim bukanlah seorang penjiplak karena banyak pula yang terdapat di dalam Muslim tidak terdapat dalam Bukhari.
Di samping itu terdapat pula beberapa perbedaan yang mendasar (fundamental), seperti sisternatika penyusunan Bab, Persyaratan Mengenai Perawi Hadis, Ruang Lingkup Keilmuan Fiqih dan sebagainya.
Selain "Shahih Muslim” yang paling terkenal dan mononjol, tercatat pula karya-karya besar beliau yang lain, di antaranya:
1. Al Musnad Al Kabir2. Al Jami’Al Kabir3. Al Asma' wal Kaniya4. Al Afrad wal Wildan.
5. Al Aqran6. Masyaikh Ats Tsauri7. Tasymiyatu Syuyukhi Malik8. Kitabul Muhadharimim9. Kitab Auladish Shahabab10. Ath Thabaqat At Tabi'in11. Auhamul Muhadditsin12. Afradus Syamiyin13. At Tamyiz14. Al 'Ilal.
Setiap karya beliau itu menimbulkan corak dan pengaruh yang dalam bagi karangan – karangan dan pembahasan dalam berbagai bidang Ilmu Agama Islam, bahkan menjadi pegangan yang kuat bagi kaum Muslimin.
Ref : Terjemah Hadits Shahih Muslim, penterjemah Ma’mur Daud, Klang Book Centre

sumber: http://rumahislam.com/tokoh/1-pengumpul-hadits/224-imam-muslim.html

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:
Free Blog Templates

 
hostgator coupons