الأصول الثلاثة
الواجب على كل مسلم ومسلمة تعلمها
للشيخ محمد بن عبد الوهاب رحمه الله
Oleh :
Al-Imâm Muhammad bin ‘Abdil Wahhab
=====================
Disebarkan dalam bentuk Ebook di
Maktabah Abu Salma al-Atsari
http://dear.to/abusalma
=====================
MUQODDIMAH
Akhi (Saudaraku).
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada
anda.
Ketahuilah, bahwa wajib bagi kita untuk mendalami empat
masalah, yaitu :
1. Ilmu, ialah mengenal Allah, mengenal Nabi-Nya dan
mengenal agama Islam berdasarkan dalil-dalil.
2. Amal, ialah menerapkan ilmu ini.
3. Da'wah, ialah mengajak orang lain kepada ilmu ini.
4. Sabar, ialah tabah dan tangguh menghadapi segala
rintangan dalam menuntut ilmu, mengamalkannya dan
berda'wah kepadanya.
Dalilnya, firman Allah Ta'ala :
والعصر إن الإنسان لفي خسر إلا الذين ءامنوا وعملوا الصالحات وتواصوْا
بالحق وتواصوْا بالصبر
"Artinya : Demi masa. Sesungguhnya setiap manusia
benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang
yang beriman, melakukan segala amal shalih dan saling
nasihat-menasihati untuk (menegakkan) yang haq, serta
nasehat-menasehati untuk (berlaku) sabar".(Al-'Ashr :1-3).
Imam Asy-Syafi'i [1] Rahimahullah Ta'ala, mengatakan :
لو ما أنزل الله حجة على خلقه إلا هذه السورة لكفتهم
"Seandainya Allah hanya menurunkan surah ini saja sebagai
hujjah buat makhluk-Nya, tanpa hujjah lain, sungguh telah
cukup surah ini sebagai hujjah bagi mereka".
Dan Imam Al-Bukhari [2] Rahimahullah Ta'ala, mengatakan :
العلم قبل القول والعمل
"Bab Ilmu didahulukan sebelum ucapan dan perbuatan".
Dalilnya firman Allah Ta'ala :
فاعلم أنه لآ إله الله واستغفر لذنبك
"Artinya : Maka ketahuilah, sesungguhnya tiada
sesembahan (yang haq) selain Allah dan mohonlah
ampunan atas dosamu". (Muhammad : 19).
Dalam ayat ini, Allah memerintahkan terlebih dahulu untuk
berilmu (berpengetahuan) .... .." [3] sebelum ucapan dan
perbuatan.
Akhi (Saudaraku), Semoga Allah senantiasa melimpahkan
rahmat-Nya kepada anda.
Dan ketahuilah, bahwa wajib bagi setiap muslim dan
muslimah untuk mempelajari dan mengamalkan ketiga
perkara ini :
1. Bahwa Allah-lah yang menciptakan kita dan yang
memberi rizki kepada kita. Allah tidak membiarkan kita
begitu saja dalam kebingungan, tetapi mengutus kepada
kita seorang rasul, maka barangsiapa mentaati rasul
tersebut pasti akan masuk surga dan barangsiapa
menyalahinya pasti akan masuk neraka. Allah Ta'ala
berfirman :
إنا أرسلنا إليكم رسو ً لا شاهدًا عليكم كما أرسلنا إلى فرعون رسو ً لا
فعصى فرعون الرسول فأخذناه أخذًا وبي ً لا
"Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kamu
seorang rasul yang menjadi saksi terhadapmu,
sebagaimana Kami telah mengutus kepada Fir'aun
seorang rasul, tetapi Fir'aun mendurhakai rasul itu,
maka Kami siksa ia dengan siksaan yang berat".
(Al-Muzammil : 15-16).
2. Bahwa Allah tidak rela, jika dalam ibadah yang ditujukan
kepada-Nya, Dia dipersekutukan dengan sesuatu
apapun, baik dengan seorang malaikat yang terdekat
atau dengan seorang nabi yang diutus manjadi rasul.
Allah Ta'ala berfirman :
وأن المساجد لله فلا تدعو مع الله أحدا
"Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan
Allah, karena itu janganlah kamu menyembah
seorang-pun di dalamnya disamping (menyembah)
Allah". (Al-Jinn : 18).
3. Bahwa barangsiapa yang mentaati Rasulullah serta
mentauhidkan Allah, tidak boleh bersahabat dengan
orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya,
sekalipun mereka itu keluarga dekat. Allah Ta'ala
berfirman :
لا تجد قومًا يؤمنون بالله واليوم الآخر يوادون من حاد الله ورسوله ولو
كانوا آباءهم أو أبناءهم أو إخوام أو عشيرم أولئك كتب في
قلوبكم الأيمان وأيدهم بروح منه ويدخلهم جنت تجري من تحتها الأر
خالدين فيها رضي الله عنهم ورضوا عنه أولئك حزب الله ألا إن حزب
الله هم المفلحون
"Kamu tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman
kepada Allah dan hari Akhirat, saling berkasih sayang
dengan orang-orang yang memusuhi Allah dan
Rasul-Nya, sekalipun orang itu bapak-bapak, atau
anak-anak, atau saudara-saudara, ataupun keluarga
mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah
mantapkan keimanan dalam hati mereka dan
menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang
dari-Nya dan mereka akan dimasukkan-Nya ke dalam
surga-surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai,
mereka kekal di dalamnya. Allah ridha kepada mereka
dan mereka pun ridha kepada-Nya. Mereka itulah
golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya
golongan Allah itulah golongan yang beruntung".
(Al-Mujaadalah : 22).
Akhi (Saudaraku).
Semoga Allah mebimbing anda untuk taat kepada-Nya.
Ketahuilah, bahwa Islam yang merupakan tuntunan Nabi
Ibrahim adalah ibadah kepada Allah semata dengan
memurnikan ketaatan kepada-Nya. Itulah yang
diperintahkan Allah kepada seluruh umat manusia dan
hanya itu sebenarnya mereka diciptakan-Nya, sebagaimana
firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :
وماخلقت الجن والإنس إلا ليعبدون
"Artinya : Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia,
melainkan untuk beribadah kepada-Ku". (Adz-Dzaariyaat :56).
Ibadah dalam ayat ini, artinya : Tauhid. Dan perintah Allah
yang paling agung adalah Tauhid, yaitu : Memurnikan
ibadah untuk Allah semata-mata. Sedang larangan Allah
yang paling besar adalah syirik, yaitu : Menyembah selain
Allah di samping menyembah-Nya. Allah Ta'ala berfirman :
واعبدوا الله ولا تشركوا به شيئا
"Artinya : Sembahlah Allah dan janganlah kamu
mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Nya".
(An-Nisaa : 36).
Kemudian, apabila anda ditanya : Apakah tiga landasan
utama yang wajib diketahui oleh manusia ? Maka hendaklah
anda jawab : Yaitu mengenal Tuhan Allah 'Azza wa Jalla,
mengenal agama Islam, dan mengenal Nabi Muhammad
Shallallahu 'alaihi wa sallam.
=====================================================
Footnote:
[1] Abu Abdillah Muhammad bin Idris bin Al-'Abbas bin 'Utsman bin Syafi'i Al-Hasyim
Al-Quraisy Al-Muthallibi (150-204H - 767-820M) Salah seorang imam empat. Dilahir kan di
Gaza (Palestina) dan meninggal di Cairo. Diantara karya ilmiyahnya Al-Umm, Ar-Risalah
dan Al-Musnad.
[2] Abu 'Abdillah Miuhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah Al- Bukhari (194-256H
- 810-870M) Seorang Ulama ahli Hadits. Untuk mengumpulkan hadits ia telah menempuh
perjalanan yang panjang, mengunjungi Khurasan, Irak, Mesir dan Syam. Kitab-kitab yang
disusunnya antara lain Al-Jaami Ash-Shahih (yang lebih dikenal dengan Shahih Bukhari),
At-Taarikh, Adh-Dhu'afaa, Khalq Af'aal al-Ibaad
[3] Al-Bukhari dalam Shahih-nya, kitab Al-'ilm, bab.10
=====================================================
1. MENGENAL ALLAH AZZA WA JALLA
Apabila anda ditanya : Siapakah Tuhanmu ? Maka
katakanlah : tuhanku adalah Allah, yang memelihara diriku
dan memelihara semesta alam ini dengan segala ni'mat
yang dikaruniakan-Nya. Dan dialah sembahanku, tiada
sesembahan yang haq selain Dia.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :
الحمد لله رب العالمين
"Artinya : Segala puji hanya milik Allah Tuhan Pemelihara
semesta alam". (Al-Faatihah : 1).
Semua yang ada selain Allah disebut Alam, dan aku adalah
salah satu dari semesta alam ini.
Selanjutnya jika anda ditanya : Melalui apa anda mengenal
Tuhan ? Maka hendaklah anda jawab : Melalui tanda-tanda
kekuasaan-Nya dan melalui ciptaan-Nya. Di antara
tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah : malam, siang, matahari
dan bulan. Sedang di antara ciptaan-Nya ialah : tujuh langit
dan tujuh bumi beserta segala mahluk yang ada di langit
dan di bumi serta yang ada di antara keduanya.
Firman Allah Ta'ala :
ومن ءايته اليل والنهار والشمس واقمر لاتسجدوا للشمس ولا للقمر
واسجدوا لله الذى خلقهن إن كنتم إياه تعبدون
"Artinya : Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah
malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah kamu
bersujud kepada matahari dan janganlah (pula kamu
bersujud) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah
yang menciptakannya jika kamu benar-benar hanya
kepada-Nya beribadah" (Fushshilat : 37).
Dan firman-Nya :
إن ربكم الله الذي خلق السموات وا لأرض في ستة أيام ثم استوى على
العرش يغشى الليل النهار يطلبه حثيثا والشمس والقمر والنجوم مسخرات
بأمره ألا له الخلق والأمر تبارك الله رب العالمين
"Artinya : Sesungguhnya Tuhanmu ialah Allah yang telah
menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian
Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam
kepada siang, senantiasa mengikutinya dengan cepat. Dan
Dia (ciptakan pula) matahari dan bulan serta
bintang-bintang (semuanya) tunduk kepada perintah-Nya.
Ketahuilah hanya hak Allah mencipta dan memerintah itu.
Maha Suci Allah Tuhan semesta alam". (Al-A'raaf : 54).
Tuhan inilah yang haq disembah. Dalilnya, firman Allah
Ta'ala :
يا أيها الناس اعبدوا ربكم الذي خلقكم والذين من قبلكم لعلكم تتقون ،
الذي جعل لكم الأرض فراشا والسماء بناء وأنزل من السماء ماء فأخرج به
Tiga Landasan Utama – al-11 Ushul ats-Tsalatsah
من الثمرات رزقا لكم فلا تجعلوا لله أندادا وأنتم تعلمون
"Artinya : Wahai manusia ! Sembahlah Tuhanmu yang telah
menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu
agar kamu bertaqwa, (Tuhan) yang telah menjadikan
untukmu bumi sebagai hamparan dan langit sebagai atap,
serta menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dengan air itu
Dia menghasilkan segala buah-buahan sebagai rizki
untukmu. Karena itu, janganlah kamu mengangkat
sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui".
(Al-Baqarah : 22).
Ibnu Katsir [4] Rahimahullah Ta'ala, mengatakan :
الخالق لهذه الأشياء هو المستحق للعبادة
"Hanya Pencipta segala sesuatu yang ada inilah yang berhak
disembah dengan segala macam ibadah". (Lihat Ibnu Katsir,
Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim, Kairo, Maktabah Dar At-Turats,
1400H jilid. 1 hal. 57)
Dan macam-macam ibadah yang diperintah Allah itu,
antara lain :
Islam (Syahadat, Shalat, Puasa, Zakat dan Haji)
Iman
Ihsan
Do'a
Khauf (takut)
Raja' (pengharapan)
Tawakkal
Raghbah (penuh minat)
Rahbah (cemas)
Khusyu' (tunduk),
Khasyyah (takut)
Inabah (kembali kepada Allah)
Isti'anah (memohon pertolongan)
Isti'adzah (meminta perlindungan)
Istighatsah (meminta pertolongan untuk dimenangkan atau diselamatkan)
Dzabh (penyembelihan)
Nadzar dan macam-macam ibadah lainnya yang diperintahkan oleh Allah.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :
وأن المساجد لله فلا تدعوا مع الله أحدا
"Artinya : Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah
kepunyaan Allah, karena itu janganlah kamu menyembah
seorang pun di dalamnya di samping (menyembah) Allah".
(Al-Jinn : 18).
Karena itu barangsiapa yang menyelewengkan ibadah
tersebut untuk selain Allah, maka dia adalah musyrik dan
kafir. Firman Allah Ta'ala :
ومن يدعو مع الله إلها ء اخر لابرهن له به فإنما حسابه عند ربه إنه لا يفلح
Tiga Landasan Utama – al-13 Ushul ats-Tsalatsah
الكافرون
"Artinya : Dan barangsiapa menyembah sesembahan yang
lain di samping (menyembah) Allah, padahal tidak ada satu
dalilpun baginya tentang itu, maka benar-benar balasannya
ada pada tuhannya. Sungguh tiada beruntung orang-orang
kafir itu". (Al-Mu'minuun :117).
Dalil-dalil macam Ibadah :
1. Dalil Do'a.
Firman Allah Ta'ala :
وقال ربكم ادعونى أستجب لكم إن الذين يستكبرون عن عبادتي سيدخلون
جهنم داخرين
"Artinya : Dan Tuhanmu berfirman : Berdo'alah kamu
kepada-Ku niscaya akan Ku-perkenankan bagimu.
Sesungguhnya, orang-orang yang enggan untuk beribadah
kepada-Ku pasti akan masuk neraka dalam keadaan
hina-dina". (Ghaafir : 60).
Dan diriwayatkan dalam hadits :
الدعاء مخ العبادة
"Artinya : Do'a itu adalah sari ibadah". ( Hadits Riwayat
At-Tirmidzi dalam Al-Jaami' Ash-Shahiih, kitab Ad-Da'waat,
bab 1.)[5]
2. Dalil Khauf (takut).
Firman Allah Ta'ala :
فلا تخافوهم وخافون إن كنتم مؤمنين
"Artinya : Maka janganlah kamu takut kepada mereka,
tetapi takutlah kepada-Ku jika kamu benar-benar orang
yang beriman". (Ali 'imran : 175).
3. Dalil Raja' (pengharapan).
Firman AllahTa'ala :
فمن كان يرجوا لقاء ربه فليعمل عملا صالحا ولا يشرك بعبادة ربه أحدا
"Artinya : Untuk itu barangsiapa yang mengharap
perjumpaan dengan Tuhanya, maka hendaklah ia
mengerjakan amal shalih dan janganlah mempersekutukan
seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya". (Al-Kahfi :110).
4. Dalil Tawakkal (berserah diri).
Firman Allah Ta'ala :
وعلى الله فتوكلوا إن كنتم مؤمنين
"Artinya : Dan hanya kepada Allah-lah supaya kamu
bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman".
(Al-Maa'idah : 23).
ومن يتوكل على الله فهو حسبه
"Artinya : Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah,
maka Dia-lah yang akan mencukupinya". (Ath-Thalaaq : 3).
5. Dalil Raghbah (penuh minat), Rahbah (cemas)
dan Khusyu' (tunduk).
Firman Allah Ta'ala :
إم كانوا يسارعون في الخيرات ويدعوننا رغبا ورهبا وكانوا لنا خاشعين
"Artinya : Sesungguhnya mereka itu senantiasa
berlomba-lomba dalam (mengerjakan) kebaikan-kebaikan
serta mereka berdo'a kepada Kami dengan penuh minat
(kepada rahmat Kami) dan cemas (akan siksa Kami),
sedang mereka itu selalu tunduk hanya kepada Kami".
(Al-Anbiyaa : 90).
6. Dalil Khasy-yah (takut).
Firman Allah Ta'ala :
فلا تخشوهم واخشون
"Artinya : Maka janganlah kamu takut kepada mereka,
tetapi takutlah kepada-Ku". (Al-Baqarah : 150).
7. Dalil Inabah (kembali kepada Allah).
Firman Allah Ta'ala :
وأنيبوا إلى ربكم وأسلموا له
"Artinya : Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu serta
berserah dirilah kepada-Nya (dengan mentaati
perintah-Nya), sebelum datang adzab kepadamu, kemudian
kamu tidak dapat tertolong (lagi)". (Az-Zumar : 54).
8. Dalil Isti'anah (memohon pertolongan).
Firman Allah Ta'ala :
إياك نعبد وإياك نستعين
"Artinya : Hanya kepada Engkau-lah kami beribadah dan
hanya kepada Engkau-lah kami memohon pertolongan".
(Al-Faatihah : 4).
Dan diriwayatkan dalam hadits :
إذا استعنت فاستعن بالله
"Artinya : Apabila kamu memohon pertolongan, maka
memohonlah pertolongan kepada Allah". (Hadits Riwayat
At-Tirmidzi dalam Al-Jaami' 'Ash-Shahiih, kitab Shifaat
Al-Qiyaamah wa Ar-Raqa'iq wa Al-Wara : bab 59 dan
riwayat Imam Ahmad dalam Al-Musnad. Beirut Al-maktab
Al-Islami 1403H jilid 1 hal. 293, 303, 307).
9. Dalil Isti'adzah (meminta perlindungan).
Firman Allah Ta'ala :
قل أعوذ برب الناس ملك الناس
"Artinya : Katakanlah Aku berlindung kepada Tuhan
manusia. Penguasa manusia". (An-Naas : 1-2).
10. Dalil Istighatsah (meminta pertolongan untuk
dimenangkan atau diselamatkan).
Firman Allah Ta'ala :
إذ تستغيثون ربكم فاستجاب لكم
"Artinya : (Ingatlah) tatkala kamu meminta pertolongan
kepada Tuhanmu untuk dimenangkan (atas kaum
musyrikin), lalu diperkenankan-Nya bagimu". (QS.Al-Anfaal : 9).
11. Dalil Dzabh (penyembelihan).
Firman Allah Ta'ala :
قل إن صلاتي ونسكي ومحياي ومماتي لله رب العالمين لاشريك له وبذلك
أمرت وأنا أول المسلمين
"Artinya : Katakanlah. Sesungguhnya shalatkku,
penyembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk
Allah Tuhan semesta alam, tiada sesuatu-pun sekutu
bagi-Nya. Demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan
aku adalah orang yang pertama kali berserah diri
(kepada-Nya)". (Al-An'am : 162-163).
Dalil dari Sunnah :
لعن الله من ذبح لغير الله
"Artinya : Allah melaknat orang yang menyembelih
(binatang) bukan karena Allah".
(Hadits Riwayat Muslim dalam Shahihnya, kitab Al-Adhaahi, bab 8 dan riwayat
Imam Ahmad dalam Al-Musnad, jilid 1, hal. 108, 118 dan 152)
12. Dalil Nadzar.
Firman Allah Ta'ala :
يوفون بالنذر ويخافون يوما كان شره مستطيرا
"Artinya : Mereka menunaikan nadzar dan takut akan suatu
hari yang siksanya merata di mana-mana". (Al-Insaan : 7).
=====================================================
Footnote:
[4] Abu Al-Fidaa : Ismail bin Umar bin Katsir Al-Qurasy Ad-Dimasyqi (701-774H -
1302-1373M). Seorang ahli ilmu hadits, tafsir, fiqh dan sejarah. Diantara karyanya : Tafsir
Al-Qur'aan Al-Azhim, Thabaqat Al-Fuqahaa Asy Syafiiyyun, Al-Bidayah wa An-Nihayah
(sejarah), Ikhtishaar 'Uluum Al-Hadits, Syarh Shahih Al-Bukhari (belum sempat
dirampungkannya).
[5] Maksud hadits ini adalah bahwa segala macam ibadah, baik yang umum maupun yang
khusus, yang dilakukan seorang mu'min, seperti mencari nafkah yang halal untuk
keluarga, menyantuni anak yatim dll, semestinya diiringi dengan permohonan ridha Allah
dan pengharapan balasan ukhrawi. Oleh karena itu Do'a (permohonan dan pengharapan
tersebut) disebut oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai sari atau otak
ibadah, karena senantiasa harus mengiringi gerak ibadah
=====================================================
2.MENGENAL NABI MUHAMMAD SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM
Beliau adalah Muhammad bin 'Abdullah, bin 'Abdul Muthallib,
bin Hasyim. Hasyim adalah termasuk suku Quraisy, suku
Quraisy termasuk bangsa Arab, sedang bangsa Arab adalah
termasuk keturunan Nabi Isma'il, putera Nabi Ibrahim
Al-Khalil. Semoga Allah melimpahkan kepadanya dan
kepada Nabi kita sebaik-baik shalawat dan salam.
Beliau berumur 63 tahun, diantaranya 40 tahun sebelum
beliau menjadi nabi dan 23 tahun sebagai nabi dan rasul.
Beliau diangkat sebagai nabi dengan "Iqra" yakni surah
Al-'Alaq : 1-5, dan diangkat sebagai rasul dengan surah
Al-Mudatstsir. Tempat asal beliau adalah Makkah. Beliau
diutus Allah untuk menyampaikan peringatan menjauhi
syirik dan mengajak kepada tauhid. Dalilnya, firman Allah
Ta'ala :
يأيها المدثر قم فأنذر وربك فكبر وثيابك فطهر والرجز فهجر ولا تمنن
تستكثر ولربك فاصبر
"Artinya : Wahai orang yang berselimut ! Bangunlah, lalu
sampaikanlah peringatan. Agungkanlah Tuhanmu.
Sucikalah pakaianmu. Tinggalkanlah berhala-berhala itu.
Dan janganlah kamu memberi, sedang kamu menginginkan
balasan yang lebih banyak. Serta bersabarlah untuk
memenuhi perintah Tuhanmu". (Al-Mudatstsir : 1-7).
Pengertian :
1.] "Sampaikanlah peringatan", ialah menyampaikan
peringatan menjauhi syirik dan mengajak kepada tauhid.
2.] "Agungkanlah Tuhanmu". Agungkanlah Ia dengan
berserah diri dan beribadah kepada-Nya semata-mata.
3.] "Sucikanlah pakaianmu", maksudnya ; Sucikanlah
segala amalmu dari perbuatan syirik.
4.] "Tinggalkanlah berhala-berhala itu", artinya : Jauhkan
dan bebaskan dirimu darinya serta orang-orang yang memujanya.
Beliaupun melaksanakan perintah ini dengan tekun dan
gigih selama sepuluh tahun, mengajak kepada tauhid.
Setelah sepuluh tahun itu beliau di mi'rajkan (diangkat naik)
ke atas langit dan disyari'atkan kepada beliau shalat lima
waktu. Beliau melakukan shalat di Makkah selama tiga
tahun. Kemudian, sesudah itu, beliau diperintahkan untuk
berhijrah ke Madinah.
HIJRAH pengertiannya, ialah : Pindah dari lingkungan syirik
ke lingkungan Islami.
Hijrah ini merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan
umat Islam. Dan kewajiban tersebut hukumnya tetap
berlaku sampai hari kiamat. Dalil yang menunjukkan
kewajiban hijrah, yaitu firman Allah Ta'ala :
إن الذين توفاهم الملائكة ظالمي أنفسهم قالوا فيم كنتم قالوا كنا مستضعفين
في الأرض قالوا ألم تكن أرض الله واسعة فتهاجروا فيها فأولئك مأواهم
جهنم وساءت مصيرًا إلا المستضعفين من الرجال والنساء والولدان لا
يستطيعون حيلة ولا يهتدون سبيلا فأولئك عسى الله أن يعفو عنهم وكان الله
عفوا غفورًا
"Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan oleh malaikat
dalam keadaan zhalim terhadap diri mereka sendiri [8] ,
kepada mereka malaikat bertanya :'Dalam keadaan
bagaimana kamu ini .? 'Mereka menjawab : Kami adalah
orang-orang yang tertindas di negeri (Makkah). Para
malaikat berkata : 'Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga
kamu dapat berhijrah (kemana saja) di bumi ini ?. Maka
mereka itulah tempat tinggalnya neraka Jahannam dan
Jahannam itu adalah seburuk-buruk tempat kembali. Akan
tetapi orang-orang yang tertindas di antara mereka, seperti
kaum lelaki dan wanita serta anak-anak yang mereka itu
dalam keadaan tidak mampu menyelamatkan diri dan tidak
mengetahui jalan (untuk hijrah), maka mudah-mudahan
Allah memaafkan mereka. Dan Allah adalah Maha Pema'af
lagi Maha Pengampun". (An-Nisaa : 97-99).
Dan firman Allah Ta'ala :
ياعبادى الذين ءامنوا إن أرضى واسعة فإيي فاعبدون
"Artinya : Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman!
Sesungguhnya, bumi-Ku adalah luas, maka hanya
kepada-Ku saja supaya kamu beribadah". (Al-Ankabuut : 56).
Al-Baghawi [9], Rahimahullah, berkata :
سبب نزول هذه الآية في المسلمين الذين في مكة لم يهاجروا ناداهم الله باسم
الإيمان
"Ayat ini, sebab turunnya, adalah ditujukan kepada
orang-orang muslim yang masih berada di Makkah, yang
mereka itu belum juga berhijrah. Karena itu, Allah menyeru
kepada mereka dengan sebutan orang-orang yang
beriman".
Adapun dalil dari Sunnah yang menunjukkan kewajiban
hijrah, yaitu sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam :
لاتنقطع الهجرة حتى تنقطع التوبة ولا تنقطع التوبة حتى تطلع الشمس من مغرا
"Artinya : Hijrah tetap akan berlangsung selama pintu
taubat belum ditutup, sedang pintu taubat tidak akan
ditutup sebelum matahari terbit dari barat". (Hadits Riwayat
Imam Ahmad dalam Al-Musnad, jilid 4, hal. 99. Abu Dawud
dalam Sunan-nya, kitab Al-Jihad, bab 2, dan Ad-Darimi
dalam Sunan-nya, kitab As-Sam, bab 70).
Setelah Nabi Muhammad menetap di Madinah, disyariatkan
kepada beliau zakat, puasa, haji, adzan, jihad, amar ma'ruf
dan nahi mungkar, serta syariat-syariat Islam lainnya.
Beliau-pun melaksanakan untuk menyampaikan hal ini
dengan tekun dan gigih selama sepuluh tahun. Sesudah itu
wafatlah beliau, sedang agamanya tetap dalam keadaan
lestari.
Inilah agama yang beliau bawa : Tiada suatu kebaikan yang
tidak beliau tunjukkan kepada umatnya dan tiada suatu
keburukan yang tidak beliau peringatkan kepada umatnya
supaya di jauhi. Kebaikan yang beliau tunjukkan ialah tauhid
serta segala yang dicintai dan diridhai Allah, sedang
keburukan yang beliau peringatkan supaya dijauhi ialah
syirik serta segala yang dibenci dan tidak disenangi Allah.
Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, diutus oleh
Allah kepada seluruh umat manusia, dan diwajibkan kepada
seluruh jin dan manusia untuk mentaatinya. Allah Ta'ala
berfirman :
قل يأيها الناس إني رسول الله إليكم جميعا
"Artinya : Katakanlah. 'Wahai manusia sesungguhnya aku
adalah utusan Allah kepada kamu semua". (Al-Araaf : 158).
Dan melalui beliau, Allah telah menyempurnakan
agama-Nya untuk kita, firman Allah Ta'ala :
اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام دينا
"..Pada hari ini [10], telah Aku sempurnakan untukmu
agamamu dan Aku lengkapkan kepadamu ni'mat-Ku serta
Aku ridhai Islam itu menjadi agama bagimu". (Al-Maaidah :3).
Adapun dalil yang menunjukkan bahwa beliau Shallallahu
'alaihi wa sallam juga wafat, ialah firman Allah Ta'ala :
إنك ميت وإم ميتون ثم إنكم يوم القيمة عند ربكم تختصمون
"Artinya :Sesungguhnya kamu akan mati dan
sesungguhnya mereka-pun akan mati (pula). Kemudian,
sesungguhnya kamu nanti pada hari kiamat berbantahbantahan
di hadapan Tuhanmu". (Az-Zumar : 30-31).
Manusia sesudah mati, mereka nanti akan dibangkitkan
kembali. Dalilnya firman Allah Ta'ala :
منها خلقنكم وفيها نعيدكم ومنها نخرجكم تارة أخرى
"Artinya : Berasal dari tanahlah kamu telah Kami jadikan
dan kepadanya kamu Kami kembalikan serta darinya kamu
akan Kami bangkitkan sekali lagi" (Thaa-haa : 55).
Dan firman Allah Ta'ala :
والله أنبتكم من الأرض نباتا ثم يعيدكم فيها ويخرجكم إخراجا
"Artinya : Dan Allah telah menumbuhkan kamu dari tanah
dengan sebaik-baiknya, kemudian Dia mengembalikan
kamu ke dalamnya (lagi) dan (pada hari Kiamat) Dia akan
mengeluarkan kamu dengan sebenar-benarnya". (Nuh :17-18).
Setelah manusia dibangkitkan, mereka akan di hisab dan
diberi balasan sesuai dengan amal perbuatan mereka,
firman Allah Ta'ala :
ولله ما في السموات وما في الأرض ليجزي الذين أساؤ بما عملوا ويجزي
الذين أحسنوا بالحسنى
"Artinya : Dan hanya kepunyaan Allah apa yang ada di langit
dan apa yang ada di bumi, supaya Dia memberi balasan
kepada orang-orang yang berbuat buruk sesuai dengan
perbuatan mereka dan memberi balasan kepada
orang-orang yang berbuat baik dengan (pahala) yang lebih
baik (surga)".(An-Najm : 31).
Barangsiapa yang tidak mengimani kebangkitan ini, maka
dia adalah kafir, firman Allah Ta'ala :
زعم الذين كفروا أن لن يبعثوا قل بلى وربي لتبعثن ثم لتنبؤن بما عملت م
وذلك على الله يسير
"Artinya : Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa
mereka tidak akan dibangkitkan. Katakan : 'Tidaklah
demikian. Demi Tuhanku, kamu pasti akan dibangkitkan dan
niscaya akan diberitakan kepadamu apapun yang telah
kamu kerjakan. Yang demikian itu adalah amat mudah bagi
Allah". (At-Taghaabun : 7).
Allah telah mengutus semua rasul sebagai penyampai kabar
gembira dan pemberi peringatan. Sebagaimana firman Allah
Ta'ala :
رسلا مبشرين ومنذرين لئلا يكون للناس على الله حجة بعد الرسل
"Artinya : (Kami telah mengutus) rasul-rasul menjadi
penyampai kabar gembira dan pemberi peringatan supaya
tiada lagi suatu alasan bagi manusia membantah Allah
setelah (diutusnya) para rasul itu .." (An-Nisaa : 165).
Rasul pertama adalah Nabi Nuh 'Alaihissalam [11], Dan rasul
terkahir adalah Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa
sallam, serta beliaulah penutup para nabi.
Dalil yang menunjukkan bahwa rasul pertama adalah Nabi Nuh 'Alaihissalam, firman Allah
Ta'ala :
إنا أوحينا إليك كما أوحينا إلى نوح والنبين من بعده
"Artinya : Sesungguhnya Kami wahyukan kepadamu
(Muhammad) sebagaimana Kami telah mewahyukan
kepada Nuh dan para nabi sesudahnya .." (An-Nisaa : 163).
Dan Allah telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul,
mulai dari Nabi Nuh sampai Nabi Muhammad, dengan
memerintahkan mereka untuk beribadat kepada Allah
semata-mata dan melarang mereka beribadah kepada
thagut. Allah Ta'ala berfirman :
ولقد بعثنا في كل أمة رسولا أن اعبدوا الله واجتنبوا الطغوت
"Artinya : Dan sesungguhnya, Kami telah mengutus kepada
setiap umat seorang rasul (untuk
menyerukan) :'Beribadahlah kepada Allah (saja) dan
jauhilah thagut itu ..". (An-Nahl : 36).
Dengan demikian, Allah telah mewajibkan kepada seluruh
hamba-Nya supaya bersikap kafir terhadap thagut dan
hanya beriman kepada-Nya.
Ibnu Al-Qayyim [12], Rahimahullah Ta'ala, telah menjelaskan
pengertian thagut tersebut dengan mengatakan :
معنى الطاغوت ما تجاوز به العبد حده من معبود أو متبوع أو مطاع
والطواغيت كثيرون . ورؤسهم خمسة ، إبليس لعنه الله ، ومن عبد وهو
راض ، ومن دعا الناس إلى عبادة نفسه ومن ادعى شيئا من علم الغيب ،
ومن حكم بغير ماأنزل الله
"Artinya : Thagut, ialah setiap yang diperlakukan manusia
secara melampui batas (yang telah ditentukan oleh Allah),
seperti dengan disembah, atau diikuti atau dipatuhi".
Dan Thagut itu banyak macamnya, tokoh-tokohnya ada
lima :
1. Iblis, yang telah dilaknat oleh Allah.
2. Orang yang disembah, sedang dia sendiri rela.
3. Orang yang mengajak manusia untuk menyembah
dirinya.
4. Orang yang mengaku tahu sesuatu yang ghaib, dan
5. Orang yang memutuskan sesuatu tanpa berdasarkan
hukum yang telah diturunkan oleh Allah.
Dalilnya adalah firman Allah Ta'ala :
لاإكراه في الدين قد تبين الرشد من الغى فمن يكفر بالطغوت ويؤمن بالله فقد
استمسك بالعروة الوثقى لاانفصام لها والله سميع عليم
"Artinya : Tiada paksaan dalam (memeluk) agama ini.
Sungguh telah jelas kebenaran dari kesesatan. Untuk itu,
barangsiapa yang ingkar kepada thagut dan beriman
kepada Allah, maka dia benar-benar telah berpegang teguh
dengan tali yang terkuat, yang tidak akan terputus tali itu.
Dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui". (Al-Baqarah : 256).
Ingkar kepada semua thagut dan iman kepada Allah saja,
sebagaimana dinyatakan dalam ayat tadi, adalah hakekat
syahadat "Laa Ilaaha Ilallah".
Dan diriwayatkan dalam hadits, Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda :
رأس الأمر الإسلام وعموده الصلاة وذروة سنامه الجهاد في سبيل الله
"Artinya : Pokok agama ini adalah Islam, dan tiangnya
adalah shalat, sedang ujung tulang punggungnya adalah
jihad fi sabilillah". (Hadits Shahih riwayat Ath-Thabarani dari
Ibnu Umar Radhiyallahu anhu, dan riwayat At-Tirmidzi
dalam Al-Jaami Ash-Shahih, kitab Al-Imaan, bab 8).
Hanya Allah-lah Yang Mahatau. Semoga shalawat dan salam
senantiasa dilimpahkan Allah kepada Nabi Muhammad
kepada keluarga dan para sahabatnya.
=====================================================Footnote:
[8] Yang dimaksud dengan orang-orang yang zhalim terhadap diri mereka sendiri dalam
ayat ini, ialah orang-orang penduduk Makkah yang sudah masuk Islam tetapi mereka tidak
mau hijrah bersama Nabi, padahal mereka mampu dan sanggup. Mereka ditindas dan
dipaksa oleh orang-orang kafir supaya ikut bersama mereka pergi ke perang Badar,
akhirnya ada diantara mereka yang terbunuh.
[9] Abu Muhammad Al-Husein bin Mas'ud bin Muhammad Al-Farra' atau Ibnu Al-Farra'. Al
Baghawi (436-510H - 1044-1117M). Seorang ahli dalam bidang fiqh, hadits dan tafsir. Di
antara karyanya : At-Tahdziib ( fiqh), Syarh As-Sunnah (hadits), Lubaab At-Ta'wiil fi
Ma'aalim At-Tanziil ( tafsir).
[10] Maksudnya, adalah hari Jum'at ketika wukuf di Arafah, pada waktu Haji Wada.
[11] Selain dalil dari Al-Qur'an yang disebutkan Penulis, yang menunjukkan bahwa Nabi
Nuh adalah rasul pertama, di sana juga ada hadits shahih yang menyatakan bahwa Nabi
Nuh adalah rasul pertama yang di utus kepada penduduk bumi ini, seperti hadits riwayat
Al-Bukhari dalam Shahih-nya kitab Al-Anbiya, bab 3 dan riwayat Muslim dalam Shahih-nya
kitab Al-Iman, bab. 84. Adapun Nabi Adam Alaihissalam, menurut sebuah hadits yang
diriwayatkan dari Abu Dzar Al-Ghifari, Radhiyallahu anhu. Beliau adalah nabi pertama.
Dan disebutkan dalam hadits ini bahwa jumlah para nabi ada 124 ribu orang, dari jumlah
tersebut sebagai rasul 315 orang, dan dalam riwayat lain disebutkan 310 orang lebih.
Lihat : Imam Ahmad, Al-Musnad, jilid 5, hal. 178, 179 dan 265.
[12] Abu Abdillah : Muhammad bin Abu Bakar, bin Ayyub, bin Said, Az-Zur'i,Ad-Dimasqi,
terkenal dengan Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziyyah (691-751H - 1292 - 1350M). Seorang ulama
yang giat dan gigih dalam mengajak umat Islam pada zamannya untuk kembali kepada
tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah ser ta mengikuti jejak para Salaf Shalih. Mempunyai
banyak karya tulsi, antara lain : Madaarij As-Salikin, Zaad Al-Ma'aad, Thariiq Al-Hijratain
wa Baab As-Sa'aadatain, At-Tibyaan fi Aqwaam Al-Qur'aan, Miftah Daar As-Sa'aadah.
=====================================================
MENGENAL ISLAM
Islam Adalah:
berserah diri kepada Allah dengan tauhid dan
tunduk kepada-Nya dengan penuh kepatuhan akan segala
perintah-Nya serta menyelamatkan diri dari perbuatan
syirik dan orang-orang yang berbuat syirik.
Dan agama Islam, dalam pengertian tersebut, mempunyai
tiga tingkatan, yaitu : Islam, Iman dan Ihsan,
masing-masing tingkatan mempunyai rukun-rukunnya.
Tingkatan Islam.
Adapun tingkatan Islam, rukunnya ada lima :
1. Syahadat (pengakuan dengan hati dan lisan) bahwa "Laa
Ilaaha Ilallaah" (Tiada sesembahan yang haq selain
Allah) dan Muhammad adalah Rasulullah.
2. Mendirikan shalat.
3. Mengeluarkan zakat.
4. Shiyam pada bulan Ramadhan.
5. dan Haji ke Baitullah Al-Haram.
1. Dalil Syahadat.
Firman Allah Ta'ala :
شهد الله أنه لاإله إلا هو والملائكة وأولوا العلم قائما بالقسط لاإله إلا هو
العزيز الحكيم
"Artinya : Allah menyatakan bahwa tiada sesembahan (yang
haq) selain Dia, dengan senantiasa menegakkan keadilan
(Juga menyatakan demikian itu) para malaikat dan
orang-orang yang berilmu. Tiada sesembahan (yang haq)
selain Dia. Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana".
(Al-Imraan : 18).
"Laa Ilaaha Ilallaah"' artinya : Tiada sesembahan yang haq
selain Allah.
Syahadat ini mengandung dua unsur :
1.) menolak "Laa Ilaaha", adalah menolak segala sembahan selain Allah.
2.) menetapkan. "Illallaah" adalah menetapkan bahwa penyembahan itu hanya untuk Allah semata-mata,
tiada sesuatu apapun yang boleh dijadikan sekutu didalam
penyembahan kepada-Nya, sebagaimana tiada sesuatu
apapun yang boleh dijadikan sekutu di dalam kekuasaan-Nya.
Tafsiran syahadat tersebut diperjelas oleh firman Allah
Subhanahu wa Ta'ala :
وإذ قال إبراهيم لأبيه وقومه إنني براء مما تعبدون إلا الذي فطرني فإنه
سيهدين وجعلها كلمة باقية في عقبه لعلهم يرجعون
"Artinya : Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada
bapaknya dan kepada kaumnya : 'Sesungguhnya aku
menyatakan lepas dari segala yang kamu sembah, kecuali
Tuhan yang telah menciptakan-ku, karena sesungguhnya
Dia akan menunjuki'. Dan (Ibrahim) menjadikan kalimat
tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya
mereka senantiasa kembali (kepada tauhid)". (Az-Zukhruf :
26-28).
قل يا أهل الكتاب تعالوا إلى كلمة سواء بيننا وبينكم ألا نعبد إلا الله ولا
نشرك به شيئا ولايتخذ بعضنا بعضا أربابا من دون الله فإن تولوا فقولوا
شهدوا بأنا مسلمون
"Artinya : Katakanlah (Muhammad) : 'Hai ahli kitab ! Marilah
kamu kepada suatu kalimat yang tidak ada perselisihan
antara kami dan kamu, yaitu ; hendaklah kita tidak
menyembah selain Allah dan tidak mempersekutukan
sesuatu apapun dengan-Nya serta janganlah sebagian kita
menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah.
Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada
mereka :'Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang
yang muslim (menyerahkan diri kepada Allah)". (Ali 'Imran :64).
Adapun dalil syahadat bahwa Muhammad adalah Rasulullah.
Firman Allah Ta'ala :
لقد جاءكم رسول من أنفسكم عزيز عليه ما عنتم حريص عليكم بالمؤمنين
رءوف رحيم
"Artinya : Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul
dari kalangan kamu sendiri, terasa berat olehnya
penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan
keselamatan) untukmu, amat belas kasihan lagi penyayang
kepada orang-orang yang beriman". (Alt-Taubah : 128).
Syahadat bahwa Muhammad adalah Rasulullah, berarti :
mentaati apa yang diperintahkannya, membenarkan apa
yang diberitakannya, menjauhi apa yang dilarang serta
dicegahnya, dan menyembah Allah hanya dengan cara yang
disyariatkannya.
2. Dalil Shalat dan Zakat serta tafsiran Tauhid.
Firman Allah Ta'ala :
وما أمروا إلا ليعبدوا الله مخلصين له الدين حنفاء ويقيموا الصلاة ويؤتوا
الزكاة وذلك دين القيمة
"Artinya : Padahal mereka tidaklah diperintahkan kecuali
supaya beribadah kepada Allah, dengan memurnikan
ketaatan kepada-Nya lagi bersikap lurus, dan supaya
mereka mendirikan Shalat serta mengeluarkan Zakat.
Demikian itulah tuntunan agama yang lurus". (Al-Bayyinah :5).
3. Dalil Shiyam
Firman Allah Ta'ala :
يأيها الذين ءامنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم
لعلكم تتقون
"Artinya : Wahai orang-orang yang beriman ! Diwajibkan
kepada kamu untuk melakukan shiyam, sebagaimana telah
diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu, agar kamu
bertakwa". (Al-Baqarah : 183).
4. Dalil Haji.
Firman Allah Ta'ala :
ولله على الناس حج البيت من استطاع إليه سبيلا ومن كفر فإن الله غني عن
العالمين
"Artinya : Dan hanya untuk Allah, wajib bagi manusia
melakukan haji, yaitu (bagi) orang yang mampu
mengadakan perjalanan ke Baitullah. Dan barangsiapa yang
mengingkari (kewajiban haji) maka sesungguhnya Allah
Maha tidak memerlukan semsesta alam". (Al 'Imran : 97).
Tingkatan Iman.
Iman itu lebih dari tujuh puluh cabang. Cabang yang paling
tinggi ialah syahadat "Laa Ilaaha Ilallaah", sedang cabang
yang paling rendah ialah menyingkirkan gangguan dari jalan.
Dan sifat malu adalah salah satu dari cabang Iman.
Rukun Iman ada enam, yaitu :
1. Iman kepada Allah.
2. Iman kepada para Malaikat-Nya.
3. Iman kepada Kitab-kitab-Nya.
4. Iman kepada para Rasul-Nya.
5. Iman kepada hari Akhirat, dan
6. Iman kepada Qadar, yang baik dan yang buruk. (Qadar :
takdir, ketentuan Ilahi. Yaitu : Iman bahwa segala
sesuatu yang terjadi di dalam semesta ini adalah
diketahui, dikehendaki dan dijadikan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala).
Dalil keenam rukun ini, firman Allah Ta'ala :
ليس البر أن تولوا وجوهكم قبل المشرق والمغرب ولكن البر من ءامن بالله
واليوم الأخر والملائكة والكتب والنبين
"Artinya : Berbakti (dari Iman) itu bukanlah sekedar
menghadapkan wajahmu (dalam shalat) ke arah Timur dan
Barat, tetapi berbakti (dan Iman) yang sebenarnya ialah
iman seseorang kepada Allah, hari Akhirat, para Malaikat,
Kitab-kitab dan Nabi-nabi...".(Al-Baqarah : 177).
Dan firman Allah Ta'ala :
إنا كل شيء خلقناه بقدر
"Artinya : Sesungguhnya segala sesuatu telah Kami
ciptakan sesuai dengan qadar". (Al-Qomar : 49).
III. Tingkatan Ihsan.
Ihsan, rukunnya hanya satu, yaitu :
أن تعبد الله كأنك تراه فإن لم تكن تراه فإنه يراك
"Artinya : Beribadah kepada Allah dalam keadaan
seakan-akan kamu melihat-Nya. Jika kamu tidak
melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu".[6]
Dalilnya, firman Allah Ta'ala :
إن الله مع الذين اتقوا والذين هم محسنون
"Artinya : Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang
bertakwa dan orang-orang yang berbuat ihsan". (An-Nahl :
128).
Dan firman Allah Ta'ala :
وتوكل على العزيز الرحيم الذي يراك حين تقوم وتقلبك في الساجدين إنه
هو السميع العليم
"Artinya : Dan bertakwallah kepada (Allah) Yang Maha
Perkasa lagi Maha Penyayang. Yang melihatmu ketika kamu
berdiri (untuk shalat) dan (melihat) perubahan gerak
badanmu di antara orang-orang yang sujud. Sesunnguhnya
Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".
(Asy-Syu'araa : 217-220).
Serta firman-Nya :
وما تكون في شأن وما تتلوا منه من قرء ان ولا تعلمون من عمل إلا كنا
عليكم شهودا إذ تفيضون فيه
"Artinya : Dalam keadaan apapun kamu berada, dan (ayat)
apapun dari Al-Qur'an yang kamu baca, serta pekerjaan apa
saja yang kamu kerjakan, tidak lain kami adalah menjadi
saksi atasmu diwaktu kamu melakukannya". (Yunus : 61).
Adapun dalilnya dari Sunnah, ialah hadits Jibril [7] yang
masyhur, yang diriwayatkan dari 'Umar bin Al-Khaththab
Radhiyallahu 'anhu :
إذ طلع علينا رجل شديد بياض الثياب شديد بينما نحن جلوس عند النبي
فأسند سواد الشعر لايرى عليه أثر السفر ولا يعرفه منا أحد فجلس إلى النبي
ركبتيه إلى ركبتيه ووضع كفيه على فخذيه وقال :يا محمد أخبرني عن الإسلام
رسول الله، وتقيم الصلاة فقال:أن تشهد أن لا إله إلا الله. وأن محمد ًا
وتؤتي الزكاة وتصوم رمضان وتحج البيت إن استطعت إليه سبيلا قال :
صدقت فعجبنا له يسأله ويصدقه قال : أخبرني عن الإيمان قال : أن تؤمن بالله
وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر وبالقدر خيره وشره قال: أخبرني عن
الإحسان ؟ قال:أن تعبد الله كأنك تراه فإن لم تكن تراه فإنه يراك قال: أخبرني
عن الساعة ؟ قال :ما المسئول عنها بأعلم من السائل . قال : أخبرني عن
أماراا قال: أن تلد الأمة ربتها وأن ترى الحفاة العراة العالة يتطاولون في البنيان
قال : فمضى فلبثنا مليًا فقال :يا عمر أتدرون من السائل؟ قلنا : الله ورسوله
أعلم ،قال: هذا جبريل أتاكم يعلمكم أمر دينكم
"Artinya : Ketika kami sedang duduk di sisi Nabi Shallallahu
"Artinya : Ketika kami sedang duduk di sisi Nabi Shallallahu
'alaihi wa sallam, tiba-tiba muncul ke arah kami seorang
laki-laki, sangat putih pakaiannya, hitam pekat rambutnya,
tidak tampak pada tubuhnya tanda-tanda sehabis dari
bepergian jauh dan tiada seorangpun di antara kami yang
mengenalnya. Lalu orang itu duduk di hadapan Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam, dengan menyandarkan
kelututnya pada kedua lutut beliau serta meletakkan kedua
telapak tangannya di atas kedua paha beliau, dan berkata :
'Ya Muhammad, beritahulah aku tentang Islam', maka
beliau menjawab :'Yaitu : bersyahadat bahwa tiada
sesembahan yang haq selain Allah serta Muhammad
adalah Rasulullah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat,
melakukan shiyam pada bulan Ramadhan dan
melaksanakan haji ke Baitullah jika kamu mampu untuk
mengadakan perjalanan ke sana'. Lelaki itu pun berkata :
'Benarlah engkau'. Kata Umar :'Kami merasa heran
kepadanya, ia bertanya kepada beliau, tetapi juga
membenarkan beliau. Lalu ia berkata : 'Beritahulah aku
tenatng Iman'. Beliau menjawab :'Yaitu : Beriman kepada
Allah, para Malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya
dan hari Akhirat, serta beriman kepada Qadar yang baik dan
yang buruk'. Ia pun berkata : 'Benarlah engkau'. Kemudian
ia berkata : 'Beritahullah aku tentang Ihsan'. Beliau
menjawab : Yaitu : Beribadah kepada Allah dalam keadaan
seakan-akan kamu melihat-Nya. Jika kamu tidak
melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu'. Ia
berkata lagi. Beritahulah aku tentang hari Kiamat. Beliau
menjawab : 'Orang yang ditanya tentang hal tersebut tidak
lebih tahu dari pada orang yang bertanya'. AKhirnya ia
berkata :'Beritahulah aku sebagian dari tanda-tanda Kiamat
itu'. Beliau menjawab : Yaitu : 'Apabila ada hamba sahaya
wanita melahirkan tuannya dan apabila kamu melihat
orang-orang tak beralas kaki, tak berpakaian sempurna
melarat lagi, pengembala domba saling
membangga-banggakan diri dalam membangun bangunan
yang tinggi'. Kata Umar : Lalu pergilah orang laki-laki itu,
semantara kami berdiam diri saja dalam waktu yang lama,
sehingga Nabi bertanya : Hai Umar, tahukah kamu siapakah
orang yang bertanya itu ? Aku menjawab : Allah dan
Rasul-Nya lebih mengetahui. Beliau pun bersabda : 'Dia
adalah Jibril, telah datang kepada kalian untuk mengajarkan
urusan agama kalian". (Hadits Riwayat Muslim dalam
Shahihnya, kitab Al-Iman, bab 1, hadits ke 1. Dan
diriwayatkan juga hadits dengan lafadz seperti ini dari Abu
Hurairah oleh Al-Bukhari dalam Shahih-nya, kitab Al-Iman,
bab 37, hadits ke 1.)
=====================================================
Footnote:
[6] Pengertian Ihsan tersebut adalah penggalan dari hadits Jibril, yang dituturkan oleh
Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu 'Anhu, sebagaimana akan disebutkan
[7] Disebut hadits jibril, karena jibril- lah yang datang kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi
wa sallam, dengan menanyakan kepada beliau tentang, Islam, Iman dan masalah hari
Kiamat. Hal itu dimaksudkan untuk memberikan pelajaran kepada kaum muslimin tentang
masalah-masaalah agama.
=====================================================
0 komentar:
Posting Komentar